Kisah Valentino Rossi: Si Kidal Peraih Rekor Dunia [2]
Bocah berbadan kerempeng dan bermata biru itu tak
seperti anak-anak sebaya pada umumnya. Dia memiliki nyali besar dan jiwa
pemenang. Darah sang juara memang mengalir kuat dalam diri bocah berambut
jagung itu. Dalam jiwa Rossi mengalir darah juara dari sang ayah yang juga
pembalap.
Valentino Rossi kecil seperti tak mengenal rasa takut untuk 'ngebut' dan bahkan
beratraksi memakai sepedanya. Kebiasaannya naik sepeda sambil berakrobat saat
masih kecil dengan hanya memakai celana pendek tanpa baju, seperti ingin
menunjukkan keberanian dan kebebasan jiwanya untuk berekspresi.
Sepertinya benar juga apa yang diungkapkan bapak psikoanalisis Sigmund Freud
(1856-1939) terkait mimpi dan alam bawah sadar manusia. Sejak kecil, Rossi
selalu melihat sang ayah Graziano Rossi berkutat dengan dunianya sebagai
pembalap. Apa yang dilihat Rossi kecil, menimbulkan hasrat yang tersimpan di
alam bawah sadarnya dan kadang muncul di dalam mimpi. Ketika si kecil Rossi
terus bertumbuh, minatnya pada dunia balap pun berlari seiring dan alam
sekitarnya pun mendukung.
Valentino Rossi
kecil
Menjajal Gokart Sebelum Motor 125 cc
Sebelum Rossi junior beneran terjun di ajang balap motor 125 cc seperti sang
ayah, si bocah ceking itu ternyata sempat menjajal gokart. Bahkan sempat 5
tahunan Rossi menggeluti olahraga ini sejak debutnya 1985. Raihan prestasinya
pun lumayan, sempat merebut gelar juara di tingkat regional kelas 60 cc di
tahun 1990. Lalu, untuk tingkat nasional Rossi sempat bertengger di urutan ke-5
kejuaraan junior gokart nasional.
Jodoh memang tak akan lari ke mana-mana. Mungkin itulah ungkapan yang pas untuk
Rossi. Cinta pertama Rossi jatuh pada balap motor seperti yang biasa dilihatnya
pada sang ayah. Pilihannya pun sama, di kelas 125 cc.
Debutnya diawali di kancah minibike pada 1992. Sang ayah, tidak langsung
melepaskan Rossi remaja begitu saja. Graziano Rossi memperjuangkan agar
putranya mencicipi kesempatan untuk mengendarai motor keluaran Cagiva. Tak
perlu berlama-lama bagi Rossi untuk membuktikan diri. Dua tahun setelah
menunggangi Cagiva, ia sukses meraih gelar juara Italian Sport Production
Championship.
Pembalap Kidal itu Jadi Juara
Prestasi itu telah berbicara banyak. Setelah itu, Rossi diajak bergabung ke tim
Scuderia AGV Aprilia pada tahun 1996. Di kelas GP 125 cc, pembalap kidal ini
mampu menempatkan dirinya di posisi sembilan pada musim pertama dan akhirnya
juara dunia di musim berikutnya.

Valentino Rossi
Tahun 1998 dan 1999, Rossi yang mulai dijuluki sebagai Valentinik ini bertarung
di kelas 250cc. Awalnya ia hanya bisa merebut posisi runner up. Namun setahun
berikutnya, juara dunia kembali direngkuh oleh pria yang mengidolai Inter Milan
ini.
Beranjak ke kelas 500cc, Rossi yang bergabung dengan tim Honda kembali tampil
mengagumkan. Setelah meraih peringkat dua pada tahun 2000, ia sukses merengkuh
gelar juara dunia di tahun berikutnya.
Si Kidal Menjuluki Dirinya: The Doctor
Hal serupa pun ia ukir di kancah MotoGP. Rossi yang mulai menjuluki dirinya
sendiri dengan sebutan The Doctor, lagi-lagi bisa menggenggam trofi juara
dunia. Tak tanggung-tanggung, empat gelar juara berhasil diamankannya secara
berturut-turut (2002-2005). Dua di antaranya diraih bersama Honda, dan sisanya
saat ia sudah bergabung dengan tim Yamaha.
Tahun 2006, Rossi harus merelakan gelarnya jatuh ke tangan Nicky Hayden.
Begitupun yang terjadi di tahun 2007. Rossi hanya berada di peringkat ketiga
dan ia kembali kehilangan gelar juara dunia yang saat itu jatuh ke dalam
pelukan Casey Stoner.
Valentino Rossi
Tapi bukan Rossi namanya kalau sampai menyerah dengan mudah. Ia mampu
membuktikan kebangkitannya dengan menyegel gelar juara dunia dua musim
berturut-turut. Masih bergabung dengan Yamaha, The Doctor juara di tahun 2008
dan 2009.
Selain prestasi juara dunia, Rossi juga mengukir beberapa rekor fantastis.
Sampai sekarang kakak kandung Luca Marini tersebut tercatat sebagai pembalap
yang meraih juara seri terbanyak sepanjang sejarah dengan 79 kemenangan di
kelas utama.
Selain itu, Rossi juga tercatat sebagai pemegang rekor peraih podium terbanyak.
Sepanjang kariernya, Rossi sudah 178 kali naik podium dan itu yang terbanyak
dalam catatan sejarah MotoGP.
Rossi juga tercatat sebagai pembalap yang paling sering naik podium secara
berturut-turut. Sejak GP Portugal 8 September 2002 hingga GP Afrika Selatan 18
April 2004, Rossi selalu naik podium. Dari kesempatannya tersebut, ia terhitung
13 kali menempati podium tertinggi yang menandakan bahwa dirinya adalah juara
di tiap seri yang berbeda.
Valentino Rossi
Dalam satu kesempatan, Rossi pernah membeberkan rahasia kesuksesannya. Selain
latihan dan kerja keras, pembalap pecinta anjing ini juga melakukan beberapa
ritual yang mungkin dianggap aneh oleh banyak orang. Tapi itulah Rossi. Sang
legenda selalu melakukan kebiasaan aneh yang dilakukan sebelum balapan.
"Saya hanya mencoba fokus dengan mengajak bicara motor saya sendiri,"
ujarnya.
Saat ini, Rossi masih berpeluang untuk melahirkan rekor-rekor berikutnya.
Walaupun usianya sudah menginjak 34 tahun, ia tetap memiliki kans besar untuk
mengukir sejarah baru di dunia MotoGP. Ikuti kisah Valentino Rossi
selanjutnya: Perjuangan Rossi di Hari Tua. (Vin)